Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
28 Juli 2026 | 17:35 WIB
Nasional

Menkop Ferry Juliantono Dorong MES Bangun Koperasi Masjid, Perkuat Akses Permodalan Pengusaha Muslim

Ferry Juliantono
Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono. {Foto: Kemenkop}

 

Bandung (Surau.ID) – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, meminta seluruh pengurus MES di Indonesia mulai mengarahkan gerakan organisasi ke sektor-sektor riil yang produktif. Menurutnya, MES tidak cukup hanya mengembangkan literasi ekonomi syariah, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak ekonomi umat melalui penguatan usaha dan koperasi.

Pesan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar serta Talkshow Nasional bertema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Barat” di Grand Pasundan Convention, Kota Bandung, Sabtu (25/7/2026).

“MES sebaiknya berkiprah langsung di sektor-sektor riil yang produktif,” ujar Ferry.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Sumasna, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Dudu Rohman, serta Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Junanto Hendriawan.

Dorong Pengusaha Muslim Naik Kelas

Ferry meminta jajaran PW MES Jawa Barat segera memetakan potensi pengusaha muslim di seluruh daerah. Langkah itu dinilai penting untuk membuka akses pembiayaan sekaligus memperkuat kapasitas usaha mereka.

Menurutnya, setiap kepengurusan MES harus mampu menjadi simpul kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Setiap kepengurusan MES di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi simpul penggerak ekonomi syariah di wilayahnya masing-masing yang dapat menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, pesantren, lembaga keuangan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ucapnya.

Ferry juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi tengah membangun sinergi bersama MES, Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, dan Danantara untuk mengembangkan unit-unit koperasi di lingkungan masjid.

Ia mendorong PW MES Jawa Barat menjadi pelopor pembentukan koperasi berbasis masjid agar masjid tidak hanya menjalankan fungsi ibadah, tetapi juga memiliki badan usaha yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Malaysia juga mengembangkan koperasi masjid. Presiden Prabowo ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki badan usaha yang menjadikan masjid lebih mandiri dan mampu menggerakkan potensi umat,” katanya.

KDKMP Perkuat Distribusi Ekonomi Desa

Dalam kesempatan itu, Ferry turut menjelaskan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai infrastruktur distribusi ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan mandat kepada KDKMP untuk menyalurkan berbagai barang bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, beras, minyak goreng, dan pupuk. Selain itu, koperasi juga akan menyalurkan berbagai program bantuan sosial, mulai dari BLT hingga bantuan pangan non-tunai.

Menurut Ferry, kebijakan tersebut bertujuan memangkas rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang sekaligus menutup ruang praktik pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebihan.

Ia optimistis bahwa penguatan KDKMP yang didukung organisasi seperti MES akan mempercepat pemerataan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

“MES hadir sebagai organisasi inklusif yang menghimpun sumber daya yang ada dan membangun sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan dan membumikan ekonomi syariah,” ucap Ferry.

MES Jabar Luncurkan Empat Program Prioritas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut positif kepengurusan baru PW MES Jawa Barat. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, Sumasna, yang mewakili Gubernur Jawa Barat, menilai pertumbuhan ekonomi daerah perlu diiringi pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Ia menyebut ekonomi Jawa Barat pada Triwulan I 2024 tumbuh sebesar 5,79 persen, melampaui rata-rata nasional yang mencapai 5,11 persen. Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,64 persen dan angka kemiskinan 6,78 persen masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama, terutama dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 50,7 juta jiwa.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat berharap MES dapat memperkuat perannya sebagai jembatan kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, hingga pesantren dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Sementara itu, Ketua Umum PW MES Jawa Barat, Hari Maksum, mengatakan Jawa Barat berhasil mempertahankan predikat Juara Umum Anugerah Adinata Syariah selama dua tahun berturut-turut. Untuk memperkuat capaian tersebut, pihaknya menyiapkan empat program prioritas selama masa bakti 2024–2029.

“MES Jawa Barat meluncurkan empat program prioritas yang akan dijalankan selama masa bakti 2024–2029, yakni peluncuran Wakaf Dana Abadi MES, Ekonomi Hijau, Peningkatan Literasi dan Inklusi, serta Pemberdayaan Umat,” ucapnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id