PROBOLINGGO (Surau.ID) – NU Care-LAZISNU MWCNU Krejengan menggelar Safari Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menyambangi rumah warga dhuafa pada Sabtu (29/8/2026), di tengah berlangsungnya Muktamar NU.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari khidmah sosial LAZISNU dengan menghadirkan silaturahmi dan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Momentum Maulid Nabi dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok dhuafa di tingkat akar rumput.
Ketua LAZISNU MWCNU Krejengan, Moh. Zainul Hovi, mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas NU tidak hanya berlangsung dalam forum organisasi, tetapi juga melalui pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Di atas bermuktamar, di bawah bersafari Maulid. NU bermusyawarah, NU berkhidmah. Dari forum hingga ke pelosok, semuanya untuk umat,” ujar Zainul Hovi.
Menurut Zainul, Muktamar NU dan Safari Maulid memiliki bentuk kegiatan yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk kepentingan umat. Muktamar menjadi ruang pembahasan mengenai arah organisasi, sedangkan Safari Maulid diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Maulid sebagai Momentum Berkhidmah
Zainul mengatakan peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, dapat diterapkan melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
“Muktamar adalah ikhtiar merumuskan arah. Safari Maulid adalah ikhtiar menghadirkan keberkahan. Keduanya bertemu pada satu tujuan: khidmah untuk umat dan kemaslahatan bersama,” katanya.
Safari Maulid tersebut sekaligus memperlihatkan aktivitas NU yang berjalan pada dua sisi. Ketika organisasi melakukan musyawarah untuk menentukan arah jam’iyyah, lembaga sosial NU tetap menjalankan pelayanan di tengah masyarakat.
Bagi LAZISNU MWCNU Krejengan, pendekatan tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung ke rumah warga dhuafa. Kegiatan dilakukan dengan bersilaturahmi, menyapa penerima manfaat, serta berbagi kebahagiaan dalam suasana Maulid Nabi.
Kegiatan ini menegaskan bahwa khidmah sosial dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan langsung menyentuh masyarakat. Semangat Maulid kemudian diterjemahkan menjadi kepedulian terhadap warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Di tengah dinamika Muktamar NU, aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa khidmah organisasi tetap berlangsung hingga tingkat masyarakat. Forum musyawarah dan pelayanan sosial berjalan beriringan dalam semangat pengabdian kepada umat.