JAKARTA (Surau.ID) – Sebanyak 75 persen warga mengaku stres akibat kebijakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, berdasarkan laporan survei CELIOS yang dirilis Senin (12/10/2026).
Survei nasional tersebut memotret tingginya tekanan ekonomi masyarakat serta rendahnya kepuasan publik terhadap kinerja kabinet pemerintah saat ini.
Masyarakat menyoroti tingginya harga kebutuhan pokok, beratnya beban pajak, serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja sebagai pemicu utama kecemasan harian mereka.
Latar Belakang Evaluasi Dua Tahun
Riset evaluasi ini melibatkan 1.142 responden umum dan 129 ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk menilai efektivitas program pemerintah.
Hasilnya, skor kepemimpinan nasional berada di bawah angka lima, di mana pimpinan negara dan seluruh anggota kabinet mendapatkan nilai rendah dari para pakar.
Dampak Ekonomi dan Suara Publik
Tekanan ekonomi semakin terasa nyata di tingkat rumah tangga, memicu penolakan publik terhadap sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis.
“Sederhana sekali permintaan rakyat sebenarnya, pemimpin yang mau mendengarkan rakyat. Dan inilah yang gagal,” ujar Bivitri Susanti, Pakar Hukum Tata Negara.
Kondisi ini menjadi pendorong kuat bagi publik untuk merindukan kepemimpinan baru yang lebih berempati serta mampu membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.