Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
15 Juni 2026 | 23:51 WIB
Nasional

1 Muharram 1448 H Ditetapkan Jatuh pada Rabu 17 Juni

IMG 1
Lembaga Falakiyah PBNU tetapkan 1 Muharram 1448 H (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) secara resmi menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rukyatul hilal yang tidak teramati di seluruh Indonesia.

Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, menyampaikan ketetapan tersebut melalui surat resmi bernomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026. Bulan Dzulhijjah 1447 H diputuskan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari karena hilal tidak terlihat pada Senin, 15 Juni 2026.

Proses Penetapan dan Rukyatul Hilal

Keputusan ini merujuk pada pemantauan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia pada Senin Pon. Meskipun posisi hilal secara perhitungan (hisab) berada di atas ufuk, secara faktual hilal tidak berhasil teramati di lapangan karena kendala kondisi cuaca atau posisi yang belum memenuhi kriteria imkanur rukyah secara nasional.

PBNU mengimbau seluruh jajaran Lembaga Falakiyah di tingkat wilayah (PWNU) hingga cabang (PCNU) untuk menyebarluaskan informasi ini kepada warga Nahdliyin. Langkah ini sangat krusial agar seluruh umat Islam, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama, dapat memulai awal bulan Muharram secara serentak, rapi, dan terorganisir di seluruh pelosok negeri.

Signifikansi Muharram dan Harapan Baru

Data falak menunjukkan parameter hilal bervariasi di berbagai daerah, dengan titik tertinggi teramati di Lhoknga, Aceh. Meski hilal sudah di atas ufuk di beberapa wilayah barat, penetapan istikmal menjadi langkah kehati-hatian demi memastikan keabsahan ibadah umat secara nasional. Prinsip kehati-hatian ini mencerminkan tanggung jawab besar organisasi dalam menjaga kesatuan kalender hijriah.

Momentum pergantian tahun baru Islam ini harus menjadi titik balik bagi kita untuk melakukan muhasabah diri. Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai pemacu semangat hijrah, yakni berpindah dari kebiasaan kurang baik menuju pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama. Mari kita sambut Muharram dengan hati yang bersih, menebar benih kedamaian di tengah keberagaman, dan terus mempererat tali ukhuwah islamiyah. Semoga nilai-nilai perjuangan yang dijunjung oleh Islam senantiasa menjadi kompas bagi kita dalam menjalani tahun 1448 H dengan penuh keberkahan serta pengabdian yang tulus bagi kemaslahatan umat.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id