GUANGZHOU (Surau.ID) – Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS) menawarkan kemitraan strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam bidang pengajaran bahasa, kajian budaya, serta dialog akademik pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Inisiatif tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor GDUFS, Prof. LAN Hongjun, sebagai langkah konkret mempererat hubungan diplomatik serta membina talenta unggulan antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan.
Pertemuan yang berlangsung khidmat di Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan ini juga menandai babak baru kerja sama, mengingat GDUFS telah memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan studi bahasa Indonesia sejak 1970.
Pilar Diplomasi Pendidikan
GDUFS, yang merupakan pusat pengajaran bahasa asing terbesar di Tiongkok Selatan, saat ini telah bekerja sama dengan 43 perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya memperdalam saling percaya antar-bangsa.
Wakil Rektor GDUFS mengundang MUI untuk merekomendasikan cendekiawan muda dan tenaga pengajar unggulan guna berpartisipasi dalam program pertukaran, riset, serta penyelenggaraan seminar akademik bersama di masa mendatang.
Memperkuat Hubungan Bilateral
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pelengkap bagi hubungan bilateral kedua negara yang sebelumnya telah diperkuat melalui berbagai proyek strategis di bidang politik, ekonomi, dan infrastruktur transportasi.
“Saya yakin kunjungan Bapak Ketua Majelis beserta delegasi kali ini pasti akan membuka babak baru kerja sama,” ujar Prof. LAN Hongjun, Wakil Rektor GDUFS saat menyampaikan sambutan hangatnya.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata keseriusan kedua lembaga dalam memperkuat diplomasi masyarakat melalui jalur pendidikan, yang didukung penuh oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia.