MEDAN (Surau.ID) – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menghadiri Gebyar Muharram 1448 H yang digelar MUI Sumatera Utara, menekankan pentingnya muhasabah dan tajdid sebagai penggerak kemajuan umat menuju kondisi yang lebih baik.
Momentum hijrah, menurut Wamenag, harus dimaknai sebagai spirit untuk melakukan evaluasi diri secara objektif serta pembaruan dalam berbagai aspek kehidupan demi menciptakan kemaslahatan bersama yang selaras dengan nilai kebenaran.
Dalam pidatonya, Wamenag menegaskan bahwa Islam di Indonesia terus berkembang sebagai agama pembawa rahmat dan perdamaian. Ia menepis stigma negatif mengenai kekerasan yang sering dikaitkan dengan Islam, menegaskan bahwa tindakan oknum tidak merepresentasikan ajaran agama secara utuh.
Peran Strategis MUI dalam Menjaga Kepercayaan Umat
Wamenag memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi masyarakat yang memadati Gebyar Muharram. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan publik terhadap Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga rujukan umat masih sangat kuat dan perlu terus dijaga.
MUI diharapkan terus menjalankan peran strategisnya sebagai himayatul ummah atau pelindung umat. Selain itu, MUI harus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah serta menjadi motor penggerak dalam penguatan ekonomi umat di tanah air.
Sinergi dalam Menggelorakan Kebangkitan Islam
“Tajdid mengajarkan kita untuk terus melakukan pembaruan dan perbaikan apapun itu asal dalam kebenaran dan untuk perbaikan serta kemaslahatan umat,” ujar Romo Muhammad Syafii, Wakil Menteri Agama RI.
Perhelatan di Medan ini diisi dengan berbagai kegiatan kreatif, seperti peluncuran kalender Hijriah hingga bazar UMKM yang melibatkan ribuan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, MUI, dan elemen masyarakat diharapkan dapat terus menggelorakan semangat kebangkitan Islam yang moderat, inklusif, dan mampu berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.