JAKARTA (Surau.ID) – Koordinator Komisi Program Muktamar Ke-35 NU Alissa Wahid mengenalkan visi kepengurusan PBNU 2026–2031 bertajuk “NU Barakah 2031” di Jakarta pada Kamis, 3 September 2026.
Konsep pendorong arah strategis ini dirancang agar setiap program kerja mendatang menjadi lebih terukur, terarah, serta memberikan dampak langsung bagi kemaslahatan seluruh warga Nahdliyin.
Langkah anyar tersebut sekaligus menandai komitmen pergeseran fokus organisasi, sehingga PBNU tidak sekadar mengelola aspek jam’iyyah (kelembagaan), tetapi juga aktif melayani kebutuhan jamaah secara langsung.
Makna Utama Visi Barakah
Kata “Barakah” merupakan akronim tujuh nilai strategis utama, yakni berorientasi pada jamaah, amanah, koheren, akuntabel, kesinambungan, adaptif, serta handal.
Setiap huruf menegaskan prinsip pengurusan transparan, tata kelola yang saling bersinergi antarunsur, serta fleksibilitas jam’iyyah dalam merespons dinamika perkembangan zaman yang cepat.
Langkah Strategic dan Dampak Kepengurusan
Penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan mampu memperkuat pendampingan intensif bagi masyarakat, termasuk warga di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
“Siapapun pengurusnya, siapapun pemimpinnya, pasti ada haluan yang harus digunakan. Maka sebagai pemandu arah strategis 2026-2031, kita memiliki visi ‘NU Barakah’,” ujar Alissa Wahid, Koordinator Komisi Program Muktamar Ke-35 NU.
Kehadiran visi terstruktur ini mempertegas dedikasi PBNU untuk menghadirkan kepemimpinan yang penuh tanggung jawab, inklusif, serta senantiasa membawa kebaikan nyata bagi umat.