SURABAYA (Surau.ID) – DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah daerah dan BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur pada Senin (2/11/2026).
Peringatan keras ini disampaikan seiring terjadinya banjir lahar hujan Gunung Semeru di Lumajang, longsor di Malang dan Trenggalek, hingga ancaman gelombang tinggi di pesisir selatan.
Legislatif meminta seluruh instansi terkait untuk memperkuat mitigasi dini dan menyampaikan informasi darurat kepada masyarakat tanpa menunggu munculnya korban jiwa.
Rentetan Bencana Hidrometeorologi Terjang Kawasan Jatim
Bencana dilaporkan melanda kawasan Tempursari, Lumajang, di mana banjir lahar merusak 13 bangunan dan mengancam 500 warga usai tanggul sungai jebol.
Selain itu, longsor beruntun dan pohon tumbang juga menerjang kawasan Tirtoyudo di Malang serta Kecamatan Panggul, Kampak, dan Durenan di Trenggalek.
Situasi kian mengkhawatirkan menyusul peringatan BMKG terkait potensi gelombang tinggi mencapai empat meter di wilayah pesisir selatan Jawa Timur.
Imbauan Mitigasi Dini dan Prioritas Keselamatan Jiwa
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menegaskan sinergi lintas sektor antara Pemda, BPBD, TNI, dan Polri sangat krusial dalam respons cepat kebencanaan.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan, seperti bantaran sungai dan lereng bukit, diimbau untuk segera mengungsi apabila muncul tanda-tanda ancaman alam.
“Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Langkah antisipasi, mitigasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan sejak dini,” ujar Sri Wahyuni di Surabaya, Senin (2/11/2026).