Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp51,5 triliun dan membentuk hampir 20 ribu dapur layanan di berbagai daerah.
Jakarta (Surau.ID) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap hampir 800 ribu tenaga kerja sepanjang satu tahun pelaksanaannya. Kementerian Keuangan mencatat kebijakan tersebut mendorong pembentukan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan realisasi anggaran program MBG hingga awal Januari 2026 mencapai Rp 51,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 43,4 triliun disalurkan sebagai manfaat langsung berupa penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta tenaga pendidik.
“Saat ini sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang mempekerjakan 789.319 pekerja,” kata Thomas dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis, 8 Januari 2026.
Thomas menjelaskan, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan logistik di daerah.
Hingga Rabu, 7 Januari 2026, program MBG tercatat telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi. Pemerintah menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi 82,9 juta orang hingga akhir tahun seiring perluasan cakupan program.
Menurut Thomas, peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut diperkirakan akan diikuti oleh bertambahnya kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi pendukung program.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sejumlah ahli dari Rockefeller Institute menilai program MBG sebagai salah satu investasi pemerintahan yang efektif. Dalam Perayaan Natal Nasional 2025 pada Senin, 5 Januari 2026, Prabowo menyebut setiap Rp 1 investasi pada MBG berpotensi menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dampak ekonomi bukan tujuan utama dari program tersebut. “Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” ujar Prabowo.