Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
09 Februari 2026 | 13:16 WIB
Daerah

Tanah Bergerak Robohkan Pesantren Al-Adalah Tegal, 526 Santri Mengungsi

Pesantren al adalah tegal
Kondisi bangunan roboh Pesantren Al-Adalah Tegal, Ahad (8/2/2026). (Foto: dok Pesantren Al-Adalah)

 

TEGAL (SURAU.ID) – Bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sejak Senin, 2 Februari 2026, menyebabkan bangunan Pondok Pesantren Al-Adalah ambruk dan memaksa ratusan santri mengungsi. Total 526 santri—terdiri atas 234 putra dan 292 putri—harus meninggalkan asrama demi keselamatan.

Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatinegara KH M. Tasrifin menjelaskan kerusakan bangunan pesantren tergolong berat dan merata. Sejumlah fasilitas seperti satu ruang kelas, empat asrama, dua aula, satu minimarket, satu musala, hingga rumah pribadinya terdampak dan sebagian roboh menyatu dengan tanah.

“Bangunan yang roboh itu satu ruang kelas, empat asrama, dua aula, satu minimarket, satu musala, dan rumah saya juga terdampak. Total santri yang mengungsi 526 orang, terdiri dari 234 santri putra dan 292 santri putri,” ujarnya kepada NU Online, Ahad, 8 Februari 2026.

Ia menuturkan pergerakan tanah terjadi perlahan tanpa getaran seperti gempa.
“Pergeserannya pelan sekali, tidak terasa. Kami hanya merasa agak pusing. Tidak ada goncangan, ini bukan gempa, tapi pergeseran tanah,” katanya.

Evakuasi dan Penghentian Sementara Pembelajaran

Tanda awal bencana muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Ahad, 1 Februari 2026, ditandai retakan tanah yang kian melebar keesokan harinya. Pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara dari bangunan yang sebagian masih berbahan kayu, menandakan kerusakan kian parah.

Pihak pesantren kemudian mengevakuasi seluruh santri pada Selasa, 3 Februari 2026, ke lokasi lain yang masih berada di area pesantren dengan jarak sekitar 100 meter dan dinilai lebih aman.

“Kami segera mengungsikan anak-anak agar tidak menyaksikan langsung bangunan roboh dan tidak mengalami trauma mendalam,” tuturnya.

Akibat kerusakan sarana prasarana, kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara sejak Sabtu, 7 Februari 2026. Pesantren juga melakukan pendampingan trauma healing bersama psikolog untuk memulihkan kondisi mental para santri.

“Insyaallah besok pembelajaran mulai berjalan kembali meski masih sangat terbatas,” ujar Kiai Tasrifin.

Ia menambahkan tidak ada laporan penyakit serius di lokasi pengungsian. Keluhan yang muncul umumnya berupa pusing dan pilek akibat kondisi tempat istirahat yang sempit.

Dukungan bantuan datang dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU yang diwakili Gus Ulun Nuha pada Jumat, 6 Februari 2026. Bantuan yang disalurkan meliputi kasur dan perlengkapan ibadah serta koordinasi percepatan pemulihan pascabencana.

Kiai Tasrifin berharap perhatian dan dukungan berbagai pihak agar pesantren segera bangkit kembali.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh unsur NU dan masyarakat luas agar pesantren ini bisa pulih kembali, karena saat ini kami kehilangan banyak hal,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id