SITUBONDO (Surau.ID) – Seekor sapi jenis limosin milik Ramli, 49 tahun, warga Kampung Sodung, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, ditemukan mati setelah dijagal maling di dalam kandangnya pada Sabtu dinihari (14/3/2026). Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.
Peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB saat Ramli memeriksa kondisi ternaknya di kandang. Ia terkejut melihat sapinya sudah tergeletak dengan kondisi bersimbah darah.
“Kemungkinan maling beraksi pukul 03.00 WIB Pagi dini hari karena saat sapi ditemukan mati diketahui darahnya masih segar dan mengalir,” ucap Ramli.
Sapi tersebut diketahui telah disembelih oleh pelaku. Bagian paha kaki kiri hewan ternak itu juga hilang diduga dibawa kabur oleh pencuri.
Ramli kemudian memberitahu keluarga dan warga sekitar setelah mengetahui kejadian tersebut. Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi sapi yang sudah mati di dalam kandang.
“Sapinya sudah mati, pahanya juga diambil, mau gimana lagi. Tapi warga ya banyak yang resah. Kalau di sini (Banyuputih) tiap mendekati lebaran pasti ada maling jagal,” ujar Ramli.
Kapolsek Banyuputih, AKP Hasan Basri, mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga membantu pemilik ternak menguburkan bangkai sapi tersebut di dekat kandang.
“Anggota dan warga membantu korban menguburkan sapi, di dekat kandang,” ucap AKP Hasan.
Menurut dia, petugas Bhabinkamtibmas bersama warga turut melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari jejak pelaku.
Dari hasil pencarian awal, polisi menemukan potongan daging berukuran sekitar jempol kaki orang dewasa di area sekitar lokasi. Temuan itu diduga menjadi petunjuk arah pelarian pelaku.
“Kami menduga pelaku melarikan diri ke arah timur. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan,” kata AKP Hasan.
Peristiwa pencurian dengan cara menjagal sapi ini membuat warga sekitar merasa resah, terutama karena kejadian serupa disebut kerap muncul menjelang Hari Raya Idulfitri.