MATARAM (Surau.ID) – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan kualitas makanan untuk penerima program tetap dipertahankan meski anggaran nasional mengalami pemangkasan pada 2026. Sasaran program meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ketua Satgas MBG Kota Mataram, H Lalu Martawang, menyatakan pengurangan anggaran tidak akan memengaruhi standar gizi maupun mutu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Pernyataan itu disampaikan di Mataram, Senin (25/05/2026).
Menurut Martawang, pemerintah pusat memang melakukan efisiensi anggaran program MBG sebesar Rp67 triliun. Nilai anggaran yang semula Rp335 triliun dikurangi menjadi Rp268 triliun untuk pelaksanaan tahun 2026.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas menu makanan yang akan diterima. Pemerintah daerah, kata dia, tetap berupaya menjaga kandungan nutrisi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Pengurangan anggaran kami tegaskan tidak akan mengorbankan kualitas atau kandungan gizi makanan yang disajikan,” kata Martawang.
Martawang yang juga menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram menjelaskan, dampak pengurangan anggaran lebih berpengaruh terhadap cakupan penerima program. Sementara standar pemenuhan gizi tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
Ia mengatakan efisiensi anggaran tidak diarahkan pada pengurangan kualitas makanan maupun nilai gizinya. Pemerintah daerah disebut tetap mengikuti standar yang telah ditentukan dalam penyelenggaraan program tersebut.
“Cakupan pemotongan anggaran bukan pada konteks kualitas, tapi pada jangkauan dan tidak pada aspek keterpenuhan dari standar gizi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Pemerintah Kota Mataram juga membentuk Satgas MBG untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan program di lapangan. Tim tersebut bertugas melakukan koordinasi dengan koordinator wilayah guna memastikan distribusi dan kualitas makanan tetap berjalan baik.
Selain pengawasan rutin, koordinasi lintas pihak disebut menjadi langkah penting agar program MBG dapat terus berjalan optimal di tengah penyesuaian anggaran. Pemerintah daerah berharap kualitas layanan tetap terjaga bagi seluruh kelompok sasaran.
“Insya Allah, harapan kami kualitas tetap terjaga dengan koordinasi dan pengawasan rutin,” kata Martawang.