BANDAR LAMPUNG (Surau.ID) – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dan persyaratan lengkap untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 oleh Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) berdasarkan keterangan di Bandarlampung, Selasa.
Wagub Jihan memaparkan bahwa kekuatan utama daerah ini ditopang oleh ekosistem pesantren yang besar sebagai pusat pemberdayaan, status Lampung sebagai lumbung pangan nasional, serta masifnya pertumbuhan sektor UMKM dan komoditas ekspor unggulan.
Penguatan Rantai Nilai Halal
Penerapan standar dan sertifikasi halal secara menyeluruh dinilai menjadi kunci utama dalam mendongkrak daya saing produk lokal, mulai dari sektor pangan, kopi, fesyen muslim, hingga industri kreatif di pasar internasional.
“Kami optimistis Provinsi Lampung bisa, karena memiliki hampir seluruh persyaratan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera,” ujar Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Lampung.
Selain itu, optimalisasi instrumen keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif terus dorong guna memperkuat pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor dan Tantangan
Meski menyimpan potensi strategis yang masif, berbagai tantangan seperti peningkatan literasi, kemudahan akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan sertifikasi halal harus diselesaikan melalui kolaborasi erat antarperangkat daerah.
“Oleh karena itu sertifikasi halal harus terus ditingkatkan, akses terhadap pembiayaan syariah harus semakin mudah, literasi ekonomi syariah masyarakat harus semakin baik, digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal, serta industri halal harus semakin kompetitif,” tambah Wagub Jihan.
Penyusunan RAD KDEKS 2027 ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.