BANGKALAN (Surau.ID) – Keterlibatan kader Posyandu dalam melakukan pendataan dan distribusi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD (3B) terjadi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menjelaskan program MBG 3B itu merupakan program prioritas dan menjadi program penunjang utama dalam berupaya menurunkan kasus stunting.
Kondisi tersebut, kata Sudiyo, memerlukan keterlibatan kader Posyandu agar penerima program valid dan sesuai fakta di lapangan.
“Kader posyandu yang kami gerakkan untuk membantu melakukan pendataan penerima manfaat dari program MBG 3B ini merupakan kader di 273 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan,” terangnya.
Program ini, lanjutnya, merupakan bagian dari target nasional penurunan stunting menuju 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029.
“Jadi, melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat intervensi sejak masa kehamilan serta memperluas implementasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan MBG-3B secara nasional untuk mencetak generasi sehat dan produktif,” katanya.
Sudiyo menjelaskan program MBG yang dicanangkan pemerintah saat ini merupakan program yang telah juga dijalankan oleh sejumlah negara.
“Menurut penjelasan Badan Gizi Nasional (BGN), hingga saat ini sudah ada 77 negara yang telah melaksanakan makan gratis di sekolah, dan Indonesia bukan sekadar makan di sekolah, akan tetapi sudah masuk kategori makan gratis plus, karena juga menyasar kelompok 3B,” katanya. (*)