JAKARTA (Surau.ID) – Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi mengajukan permintaan kepada Adahi Project, pengelola daging dam (denda) haji di Arab Saudi, agar mendistribusikan daging dam jamaah haji Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina. Inisiatif ini merupakan wujud nyata atensi tinggi pemerintah dan Presiden RI terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa warga Palestina saat ini.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa pihak Adahi Project telah menyatakan kesanggupannya memenuhi permintaan tersebut.
“Kami sudah meminta kepada Adahi dan bersepakat dengan pemerintah Saudi Arabia supaya daging dam ini didistribusikan ke masyarakat Palestina. Sebagian lagi akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang lain di Timur Tengah yang membutuhkan,” ujar Dahnil saat memberikan keterangan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Transformasi Tata Kelola Haji
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam melakukan transformasi tata kelola haji yang lebih transparan dan terukur. Tahun ini, pemerintah menerapkan sistem pendataan yang jauh lebih ketat. Jamaah kini diberikan fleksibilitas untuk memilih mekanisme pembayaran dam: melalui Adahi Project di Tanah Suci, lembaga amil zakat resmi di Indonesia, atau dengan menunaikan ibadah puasa sesuai syariat.
Hingga Jumat (22/5/2026), pemerintah telah mendata pembayaran dam dari 126.832 jamaah. Rinciannya, 90.956 jamaah membayar melalui Adahi Project, 32.691 jamaah melalui lembaga di Tanah Air, 3.195 jamaah memilih berpuasa, dan 1.076 jamaah menunaikan Haji Ifrad yang tidak mewajibkan pembayaran dam.
Dahnil menegaskan bahwa data ini akan terus diperbarui secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas publik. Ia menyebut upaya pendataan tahun ini sebagai “momen bersejarah”. Sebagai perbandingan, tahun lalu hanya sekitar 10 ribu jamaah yang terdeteksi menunaikan dam dari total 221 ribu jamaah. Ketimpangan data ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah untuk memastikan setiap kewajiban ibadah jamaah memiliki jejak manfaat sosial yang jelas.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan sistem manajemen haji yang lebih rapi, tetapi juga memperkuat misi kemanusiaan Indonesia di kancah internasional. Dengan menyalurkan daging dam ke Palestina, setiap jamaah haji Indonesia secara tidak langsung ikut berperan dalam meringankan beban saudara seiman yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Ini adalah bukti bahwa ibadah haji tidak hanya tentang ritual individu di Tanah Suci, tetapi juga tentang kebermanfaatan bagi sesama.