KRAKSAAN (Surau.ID) – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kraksaan, Abdur Rahman, menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk menyeret aktor intelektual di balik aksi massa yang mendatangi kediaman pribadinya di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk.
Ia menegaskan tindakan tersebut telah melewati batas privasi dan melukai kenyamanan keluarganya.
Rahman menekankan permasalahan yang ada murni urusan internal organisasi dan tidak sepantasnya dibawa ke ranah keluarga. Baginya, rumah pribadi adalah ruang sakral yang tidak boleh dijadikan sasaran tekanan massa.
“Ini urusan organisasi, bukan keluarga. Kejadian tersebut telah melukai keluarga saya dan tentunya organisasi,” tegasnya.
Rahman mengaku pihaknya telah mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga merancang aksi tersebut. Ia menyayangkan langkah itu karena GP Ansor memiliki mekanisme musyawarah yang jelas untuk menyelesaikan setiap dinamika internal.
“Kami sudah mengantongi bukti-bukti siapa otak dari kejadian itu. Kami siap menempuh jalur hukum, apalagi kenyamanan keluarga saya telah terganggu,” imbuhnya.
Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kraksaan turut angkat bicara. Komandan Satkorcab Banser Kraksaan, Dwi Adi Hartoko, menegaskan aksi tersebut bukan instruksi resmi organisasi dan merupakan inisiatif pribadi yang menyimpang dari garis komando.
Banser Kraksaan memastikan akan melakukan penelusuran terhadap anggota yang terlibat dan memberikan sanksi tegas bagi siapa pun yang terbukti melanggar kode etik.
Sementara itu, PC GP Ansor Kraksaan tengah mematangkan laporan untuk segera diajukan ke kepolisian.