SITUBONDO (Surau.ID) – Ma’had Aly Pondok Pesantren Nurul Qadim mewisuda 49 mahasantri dalam Wisuda ke-6 yang digelar di Royal Ballroom Utama Raya, Situbondo, Senin (29/06/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda lahirnya kader-kader ulama baru yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi berbasis pesantren dengan penguatan kajian kitab turats dan metodologi keilmuan Islam.
Wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan pesantren serta perwakilan Ma’had Aly se-Tapal Kuda. Hadir Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Samsur, dan Dewan Anggota Majelis Masyayikh Republik Indonesia, Prof. Dr. Abd. A’la.
Turut hadir Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qadim, KH. A. Hadi Noer, serta Ketua Maahadiyah Pondok Pesantren Nurul Qadim, KH. Chafidzul Hakim Noer. Sejumlah mudir dan perwakilan Ma’had Aly di wilayah Tapal Kuda juga mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Wisuda ke-6 Ma’had Aly Nurul Qadim tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum peneguhan komitmen pesantren dalam melahirkan ulama yang memiliki kedalaman ilmu, kematangan berpikir, dan kesiapan mengabdi kepada masyarakat.
Selama menempuh pendidikan, para mahasantri dibekali penguasaan literatur klasik Islam, metodologi istinbath hukum, serta pemahaman keislaman yang moderat dan kontekstual.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Ma’had Aly Nurul Qadim dalam menjaga mutu pendidikan tinggi pesantren.
“Keberadaan Ma’had Aly memiliki posisi strategis dalam mencetak kader ulama yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren, namun tetap mampu menjawab tantangan zaman. Kami mengapresiasi Ma’had Aly Nurul Qadim yang terus menunjukkan perkembangan dan kualitasnya dalam melahirkan lulusan yang berkompeten. Semoga para wisudawan menjadi ulama yang mampu membimbing masyarakat dengan ilmu, hikmah, dan akhlak yang mulia,” tuturnya.
Sementara itu, KH. Chafidzul Hakim Noer mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di Ma’had Aly.
“Hari ini bukanlah akhir dari belajar, melainkan awal dari pengabdian. Gelar yang kalian sandang harus dibuktikan dengan akhlak, keikhlasan, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Jagalah sanad keilmuan, hormati para guru, dan teruslah menjadi pelayan umat yang menghadirkan Islam dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan keteladanan,” pesannya.
Salah seorang wisudawan, Taufiqurrahman, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan di Ma’had Aly. Menurutnya, proses pembelajaran di pesantren mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga harus diwujudkan dalam akhlak dan pengabdian kepada masyarakat.
Wisuda ke-6 ini menjadi tonggak penting bagi Ma’had Aly Nurul Qadim dalam memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi pesantren yang berkomitmen melahirkan ulama intelektual yang tetap berpijak pada tradisi keilmuan pesantren dan relevan dengan perkembangan zaman.