Banyuwangi (Surau.ID) – PT Bumi Suksesindo (BSI) resmi meluncurkan program Coastal Resilience Initiatives sebagai upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir Banyuwangi sekaligus memulihkan ekosistem pantai yang terdampak abrasi, banjir rob, dan perubahan iklim. Peluncuran program berlangsung di Markas Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 7 Lampon, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Direktur Utama PT Bumi Suksesindo Adi Adriansyah Sjoekri, jajaran Direksi PT Merdeka Copper Gold dan PT BSI, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Forkopimda Banyuwangi, TNI-Polri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga kepala desa se-Kecamatan Pesanggaran.
Program ini mengusung rehabilitasi ekosistem pesisir secara terpadu melalui pemulihan hutan mangrove, hutan pantai, dan terumbu karang, serta pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Pulihkan Ekosistem Pesisir Banyuwangi
Dalam pemaparannya, manajemen PT BSI menjelaskan bahwa kawasan pesisir Banyuwangi memiliki ekosistem penting berupa mangrove, hutan pantai, padang lamun, dan terumbu karang yang menopang keanekaragaman hayati sekaligus kehidupan masyarakat pesisir. Namun, sebagian kawasan kini menghadapi ancaman abrasi, sedimentasi, dan tekanan aktivitas manusia sehingga membutuhkan upaya pemulihan secara berkelanjutan.
Melalui program Coastal Resilience Initiatives, PT BSI menargetkan rehabilitasi 200 hektare hutan mangrove, 17,5 hektare hutan pantai, serta pemulihan lebih dari 60 hektare terumbu karang menggunakan metode Rock Pile, Reef Ball, dan Coral Spider. Program ini juga mencakup penataan kawasan wisata pesisir serta pembangunan infrastruktur pendukung yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Utama PT Bumi Suksesindo, Adi Adriansyah Sjoekri, menegaskan bahwa program tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir untuk jangka panjang.
“Peluncuran Program Coastal Resilience Initiatives dalam rangka konservasi jangka panjang untuk menjaga Bumi lebih lestari,” terangnya.
Ia juga menekankan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi, banjir rob, sekaligus memulihkan hutan bakau dan terumbu karang.
“Kegiatan inisiatif ini tidak bisa terlaksana bila tidak ada kerja sama antarinstansi. Artinya, mari kita bersinergi dalam program pesisir ini untuk kelangsungan ekosistem,” tambahnya.
Kolaborasi Hadapi Perubahan Iklim
Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Amehr Hakim, menyambut baik peluncuran program tersebut karena sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam melindungi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Kegiatan ini tentunya kita sambut dengan baik di karenakan sesuai kebijakan KKP dmn pengelolaan pulau pulau kecil patut di jaga akan bahaya baik abrasi maupun potensi lainya,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan iklim semakin meningkatkan risiko kerusakan kawasan pesisir sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi bersama sektor swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan konservasi lingkungan.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan karbon sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir.
Mangrove Jadi Benteng Alami Pesisir
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menilai peluncuran Coastal Resilience Initiatives menjadi bentuk nyata komitmen dunia usaha dalam mendukung pelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan.
“Merupakan komitmen PT BSI untuk menjaga daerah pesisir di tengah kompleksnya kemajuan pembangunan, Mangrove bukan lagi dipandang sebagai ornamen laut, tetapi sudah menjadi benteng alami untuk menjaga iklim dan pesisir pantai,” kata Mujiono.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir melalui rehabilitasi hutan mangrove agar mampu menghadapi ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
Sebagai simbol dimulainya program, Wakil Bupati Banyuwangi bersama para tamu undangan melakukan peluncuran Coastal Resilience Initiatives yang dilanjutkan dengan penanaman pohon mangrove secara simbolis. Rangkaian kegiatan sebelumnya juga diisi santunan anak yatim, penampilan Tari Gandrung dan pemutaran video pesisir Banyuwangi.